BAI News

Yuk, Intip Keseharian Kerja Serius Santai di Kantor Microsoft

Related Posts


Manusia, tempat, dan teknologi. Jika tiga hal itu bisa saling menunjang dan berkolaborasi, maka diyakini Microsoft akan membuat hasil pekerjaan kian produktif, efektif, dan efisien.

Manusia yang menjadi sumber daya utama, memerlukan tempat atau suasasa kerja yang nyaman di mana pun mereka berada. Baik di kantor, rumah, maupun dalam perjalanan. Dan teknologi, menjadikan tak ada lagi jarak maupun perbedaan lokasi kerja.

Kecanggihan teknologi, baik secara komputerisasi, telekomunikasi, dan internet, membuat sumber daya manusia bisa terhubung kapan saja dan di mana saja. Itu pula yang mendorong Microsoft tak lagi memaksakan karyawannya datang ke kantor.

"Kami lebih memilih output yang baik dari pada kehadiran di kantor," demikian kata Julian Chan, IT Director Microsoft Asia Pacific, saat menemani detikINET berkeliling kantor Regional Microsoft yang baru empat bulan lalu didesain ulang, di Marina Boulevard, Singapura.

Ya, kalau pun para pegawainya memilih untuk tetap bekerja di kantor, rasanya akan tetap sama enaknya. Sebab, kantor Microsoft yang baru di Singapura sudah didesain ulang agar lebih fleksibel dan senyaman mungkin untuk bekerja.

Yuk, kita lihat apa saja fasilitas kerja serius tapi santai (sersan) yang ada di ruangan kantor Regional Microsoft Asia ini.
 

1. Loker Paling Personal

"Satu-satunya yang masih personal di kantor Microsoft ini cuma loker pegawai saja," kata Julian.

Artinya, selain loker, fasilitas lain yang tersedia di tiga lantai Microsoft yang bertempat di NTUC Building ini, semua bisa digunakan asal sedang tidak ada yang menempati.

Di loker ini, tiap pegawai bebas saja mengkreasikan kotak lokernya sesuka hati. Mau tempel foto atau wallpaper juga boleh. Semuanya personal.

2. Ruang Santai

Beginilah pemandangan yang bakal kita temui di kantor Microsoft. Ada pegawai yang memilih untuk kerja sambil mojok-mojokan di ruangan yang mirip suasana kafe itu.

Lemari yang biasa menghalangi pemandangan ke luar jendela pun semua disingkirkan dan dipindahkan ke ruangan tengah.

"Cahaya natural dari matahari bikin kita menghemat energi listrik untuk lampu. Lagi pula, kita bisa lebih menikmati pemandangan ke Marina Bay saat sedang suntuk dengan pekerjaan," kata Julian.

Di foto-foto yang lain juga terlihat ada banyak meja yang tersedia dengan beragam tipe dan warna furniture yang bisa membangkitkan mood bekerja.

Namun di sebagian foto yang kita lihat, ada juga yang memilih untuk bekerja di ruang tengah. Lebih formal namun tetap santai.







3. Pantry

Di saat penat bekerja, kita kadang merasa lapar dan haus. Pergi saja ke pantry. Semua makanan dan minuman yang tersedia boleh dinikmati.

"Mereka juga boleh bawa makanan sendiri. Asalkan jangan makanan yang baunya menyengat dan mengganggu rekan kerja yang lain," kata Julian.

4. Tembok Serbaguna

Kalau mau meeting biasanya perlu papan tulis yang bisa dicoret-coret untuk presentasi. Nah, di sini, hampir semua tembok boleh dicorat-coret, asalkan di tembok itu tersedia spidol dan penghapusnya.



 

5. Private Room

Nah, ini salah satu ruangan privat yang ada di Microsoft. Ruangan ini berguna untuk meeting maupun pegawai yang sedang tak ingin diganggu saat mengerjakan sesuatu.

Tak ada yang bisa memasuki ruangan ini, kecuali pegawai yang sudah mem-booking-nya.

"Namun jika sudah lebih dari 15 menit ruangan yang sudah di-booking ini ternyata tak jadi dipakai, dia akan kembali available. Ruangan ini mendeteksi kehadiran manusia. Jadi bisa tahu kalau sudah lebih dari 15 menit tidak dipakai ya siapa saja boleh menggunakannya," kata Julian.

 

6. Printing Section

Seperti perkantoran pada umumnya, Microsoft juga punya ruangan khusus untuk mencetak dokumennya. Semua printer yang ada di sini terhubung ke jaringan akses lokal dan bisa digunakan oleh setiap pegawai untuk mencetak dokumen meskipun bekerja di beda lantai.

 

7. Restoran Mini

Bagi pegawai yang malas keluar kantor untuk makan siang juga tak perlu khawatir. Microsoft menyediakan restoran mini di dalam gedungnya. Menu makanannya cukup komplit.

Pojokan di dekat restoran ini pula yang menjadi spot favorit Julian saat sedang bekerja di kantor.

 

8. Technology Center

detikINET akhirnya diajak Microsoft untuk mengintip lantai khusus yang mereka namakan Technology Center.

Di ruangan ini, terdapat berbagai macam teknologi yang telah dikembangkan Microsoft. Mulai dari Kinect, Windows Phone, Tablet Pixelsense (sebelumnya dinamakan Surface), hingga ruangan Video Conference dengan berbagai layar monitor.

Untuk Windows Phone hasil kerjasama Microsoft dengan Nokia rasanya tak perlu dibahas lagi. Tak ada yang baru kecuali handset Lumia ini akan dibenamkan Windows 8. Pun begitu dengan tablet PC yang dibesutnya.

Yang menarik perhatian justru Kinect dan Pixel Sense. Kinect tak hanya sekadar buat main game virtual, tapi juga berfungsi sebagai fitur augmented reality.

"Kinect juga cocok untuk ditempatkan di pusat perbelanjaan. Kita bisa melihat katalog yang tersedia, dan memadu padankan dengan kebutuhan kita. Contohnya kita mau beli dasi atau tas untuk bekerja. Kita bisa mencobanya secara virtual," kata Julian sambil mendemokan.

Ruangan untuk demo Kinect ini juga kerap dijadikan tempat rekreasi untuk melepas penat. Atau bahkan jika saat family day, ruangan ini jadi tempat favorit bermain anak-anak.

Kemudian untuk Pixel Sense, teknologi yang dikembangkan Microsoft bersama Samsung ini cukup menarik. Jika kita biasa memegang iPad atau tablet PC seukuran tangan, Pixel Sense ini ukurannya mirip televisi 25 inch.

Saat dicoba, Pixel Sense ini memang sangat canggih. Alat ini mampu mendeteksi koordinat gerakan dari jari-jari tangan oleh 5 orang sekaligus. Tapi harganya juga tidak murah.

Kata Director Microsoft Technology Center Asia Pacific-Singapore, Chong Lee, harganya SGD 12 ribu atau sekitar USD 9.000. Wow! sekitar Rp 85 juta.

Seperti apa saja kemampuan Pixel Sense ini? Akan dijelaskan lebih detail di artikel selanjutnya.

Selain menjajal Kinect dan Pixel Sense, detikINET juga berkesempatan mengintip ruangan video conferencedengan berbagai layar monitor. Namun sayangnya, saat itu sedang ada meeting conference tertutup.








sumber : yottabaca.com


Pesan dari Author
Arga Wijaya Hardy

Terimakasih sudah membaca artikel dari blog ane gan. Semoga bermanfaat. Dan jangan lupa tinggalkan komentar agan

Tidak ada komentar:

Leave a Reply

Arsip Blog

Follow by Email

Followers

Statistik