Thursday, March 27, 2025
Pengetahuan

Inilah 10 Lokasi Foto Terpopuler di Instagram Selama 2012

Instagram merilis 10 lokasi foto terpopuler yang diunggah para penggunanya selama tahun 2012. Tahukah ...

8 Jenis Kembang Api ter Indah Beserta Harganya

1. Firekrackers / Petasan Kembang api yang satu ini ga mungkin deh kalo kalian ga kenal, suaranya yang ****...

Jelajah TKP: Perayaan Heboh Ultah Ke-13 KASKUS

Di bulan November ini, forum terbesar di Indonesia, KASKUS genap berusia 13 tahun. Menggandeng AXIS, prov...

Bunga-Bunga Penuh Racun

1. OpiumOpium sebenarnya dipakai dalam dunia farmasi, namun lebih sering disalahgunakan sebagai bunga penghas...

Kenapa Kita Butuh Mimpi Dalam Tidur?

Orang mengatakan waktu dapat menyembuhkan semua luka. Itu ternyata ada benarnya. Riset terbaru dari Universit...

Unik Aneh

Wow 5 Gadget Canggih Untuk Melakukan Kejahilan

Jahil merupakan hal yang menyenangkan sekaligus menyebalkan, menyenangkan bagi yang melakukan kejahilan dan menyebalkan tentunya bagi san...

6 Grup Band Paling Unik di Dunia, Band Asal Indonesia Termasuk

1.Kiss bandKiss adalah band rock AS, yang dibentuk di New York City, Desember 1972 silam. Kiss mudah dikenali lewat aksi panggung para p...

Humor

Santa Claus Ngapain Kalo Nggak Natal

Profesi apa, ya, yang kerjanya cuma setaun sekali? Santa Claus jawabannya. Kalo Natal udah lewat, trus dia ngapain, dong? Kira-kira inilah kegiatan Santa Claus kalo lagi sepi job. Berkebun Di waktu senggangnya, ternyata Santa Claus adalah pencinta tanaman. Makanya, salah satu hobin...

Enam Perbedaan Tawuran di Jepang dan Indonesia

Dari segi teknologi dan kecerdasan, mungkin kita masih kalah sama jepang. Tetapi bukan cuma itu, bahkan dalam hal tawuran para ababil kita pun masih kurang maju dan ketinggalan. hehe1. GayaVSJepang : Gayanya keren dan rapi.Indonesia : Acak acakan dan norak.2. Geng TawuranVSJepang : kenangan sebel...

Arus Gelombang Tsunami di Kampung Injros Teluk Yotefa Jayapura

Related Posts

1299922174224222753
Perjalanan Dini Hari ke Kampung Injros, Garis Depan Teluk Yotefa Jayapura yang terkena dampak arus pecahan Gelombang Tsunami akibat Gempa 8.9 SR di Jepang Jumat kemarin (Foto oleh Michael Aleng)
Setelah Gempa 8.9 SR dan Gelombang Tsunami yang mengguncang Jepang Jumat (11/03/2011) kemarin, dan isu Tsunami yang akan sampai ke Jayapura pukul 20:35 tadi malam, Saya bersama dengan rekan kerja saya Ghani Novianto mencoba melihat kondisi daerah pesisir pantai Jayapura yang berhadapan langsung dengan samudera Pasifik.
Subuh sekitar pukul 04:00 (sabtu, 12/03/2011) kami berangkat ke dermaga Tanah Hitam, Abepura. Awalnya kami berniat menyeberang ke Kampung Tohbati untuk sekalian keperluan pengambilan Gambar yang sudah kami rencanakan seminggu sebelumnya dan sekalian untuk memantau kondisi perkampungan Tohbati Pasca Isu Tsunami tadi malam, tapi karna boat yang ada subuh tadi hanya akan mengantar keluarga yang akan kembali ke Kampung Injros maka kami pun ikut dalam penyeberangan subuh tadi.
Rumah Yantje Merauje yang terbawa arus, hanyut ke teluk Yotefa Jayapura. (Foto oleh Michael Aleng)
Rumah Yantje Merauje yang terbawa arus, hanyut ke teluk Yotefa Jayapura. (Foto oleh Michael Aleng)
Ketika dalam Perjalanan dengan menggunakan boat ke Kampung Injros terlihat di kejauhan sebuah Rumah yang sedang hanyut menuju Teluk Yotefa. Ternyata Rumah tersebut milik Yantje Merauje, seorang warga Kampung Injros. Menurut Yantje, Tadi malam sekitar pukul 21:00 WIT terdengar bunyi Gemuruh dari kejauhan arah laut. Awalnya dia mengira akan ada Hujan lebat, ternyata suara tersebut berasal dari Arus Gelombang pecahan Tsunami yang hanya kurang dari 8 jam sebelumnya menghantam Pantai timur utara Jepang.
Kurang lebih 20 rumah yang hanyut dan rusak akibat Arus Pecahan Gelombang Tsunami semalam, 16 di antaranya dari Kampung Tohbati dan Metu Debi, serta sedikitnya 4 rumah di Kampung Injros. “Untung sa pu keluarga su mengungsi ke abepura tadi malam, sa cuma sempat selamatkan dong anak-anak pu ijazah sekolah”, kata George Hamadi yang merupakan salah satu korban kehilangan rumahnya kepada kami. George sendiri masih bingung malam ini akan tidur di mana. Pernyataan senada juga di sampaikan Hans Yansen Hanasbe, “Tadi malam anak-anak dengan mama-mama su kase lari ke Abepura, kitong laki-laki tinggal di sini, naik di lantai 3 Gereja”, tambah nya.
Salah satu rumah yang hanyut dari Metu Debi ke kampung Injros sampai saat ini masih tersangkut di bekas jembatan penyeberangan Jalur laut Kampung Injros dan Metu Debi yang juga rusak terbalik dan terbawa arus juga ke teluk Yotefa. Selain rumah penduduk, ada juga beberapa fasilitas umum yang rusak seperti Mawu (sebutan pendopo oleh orang Injros, red) yang kini miring nyaris roboh, serta atapnya telah hanyut ke teluk Yotefa. Dampak keruskan terbesar terjadi di kira-kira 100-150 meter dari bibir pantai Tohbati dan Injros.
Sampai saat ini Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) masih mendata kerugian yang di alami akibat Arus pecahan Gelombang Tsunami yang menghantam pesisir pantai Jayapura, termasuk kampung Injros dan Tohbati.
Berikut ini foto-foto lainnya yang sempat kami ambil pagi hari tadi.
Yantje Merauje dan Rumahnya di kejauhan yang hanyut ke Teluk Yotefa. (Foto oleh Michael Aleng)
Yantje Merauje dan Rumahnya di kejauhan yang hanyut ke Teluk Yotefa. (Foto oleh Michael Aleng)
Hans Yansen Hanasbe berdiri di depan rumahnya. Hans tidak sempat lagi menyelamatkan isi rumahnya setelah hanyut terkena imbas Tsunami semalam. (Foto oleh Michael Aleng)
Hans Yansen Hanasbe berdiri di depan rumahnya. Hans tidak sempat lagi menyelamatkan isi rumahnya setelah hanyut terkena imbas Tsunami semalam. (Foto oleh Michael Aleng)
George Hamadi masih bingung malam nanti akan tidur di mana, setelah arus gelombang Tsunami menghantam rumahnya semalam. (Foto oleh Michael Aleng)
George Hamadi masih bingung malam nanti akan tidur di mana, setelah arus gelombang Tsunami menghantam rumahnya semalam. (Foto oleh Michael Aleng)
George Hamadi berdiri di depan Rumahnya dengan tetap bersyukur keluarganya bisa selamat dari Tsunami. (Foto oleh Michael Aleng)
George Hamadi berdiri di depan Rumahnya dengan tetap bersyukur keluarganya bisa selamat dari Tsunami. (Foto oleh Michael Aleng)
Seorang bapak dari kampung Injros menunjuk ke Lokasi rumah di Metu Debi yang sudah tidak lagi berada di tempatnya. (Foto oleh Michael Aleng)
Seorang bapak dari kampung Injros menunjuk ke Lokasi rumah di Metu Debi yang sudah tidak lagi berada di tempatnya. (Foto oleh Michael Aleng)
Rumah yang Hanyut dari Metu Debi. Lokasi sebelumnya berada di ujung jembatan penyebrangan Jalur Laut dari Kampung Injros dan Pulau Metu Debi. (Foto oleh Michael Aleng)
Rumah yang Hanyut dari Metu Debi. Lokasi sebelumnya berada di ujung jembatan penyebrangan Jalur Laut dari Kampung Injros dan Pulau Metu Debi. (Foto oleh Michael Aleng)
Beberapa Rumah di Kampung Injros yang hanyut. Kurang lebih 20 Rumah yang rusak dan hanyut akibat Arus Gelombang Tsunami semalam. (Foto oleh Michael Aleng)
Beberapa Rumah di Kampung Injros yang hanyut. Kurang lebih 20 Rumah yang rusak dan hanyut akibat Arus Gelombang Tsunami semalam. (Foto oleh Michael Aleng)
Mawu (Pendopo) Kampung Injros yang miring nyaris roboh serta kehilangan Atap. Atapnya ditemukan hanyut di depan dermaga Tanah Hitam Abepura. (Foto oleh Michael Aleng)
Mawu (Pendopo) Kampung Injros yang miring nyaris roboh serta kehilangan Atap. Atapnya ditemukan hanyut di depan dermaga Tanah Hitam Abepura. (Foto oleh Michael Aleng)
Salah satu Rumah di Kampung Injros yang mengalami kerusakan. (Foto oleh Michael Aleng) 
Salah satu Rumah di Kampung Injros yang mengalami kerusakan.


Pesan dari Author
Arga Wijaya Hardy

Terimakasih sudah membaca artikel dari blog ane gan. Semoga bermanfaat. Dan jangan lupa tinggalkan komentar agan

Tidak ada komentar:

Leave a Reply


Arsip Blog

Followers

Statistik

1155798