BAI News
Banyak cara untuk menghias dinding yang membosankan dengan beraneka dekorasi. Mudahnya pakai saja wallpaper, dinding kusam bisa disulap dengan berbagai gambar. Namun jika ingin yang tidak biasa, anda musti belajar ke Sarah Frost. Lihat karyanya baik-baik, yup benar dinding-dinding tersebut di lapisi oleh ribuan papan ketik (keyboard) bekas. Beberapa karyanya dinamakan Debris dan Qwerty.
6 both2 Giant Walls Made from Thousands of Old Keyboard Keys

5 both Giant Walls Made from Thousands of Old Keyboard Keys
2 w pillars Giant Walls Made from Thousands of Old Keyboard Keys
4 debris Giant Walls Made from Thousands of Old Keyboard Keys
9 debris Giant Walls Made from Thousands of Old Keyboard Keys
Lebih dekat lagi....
10 debris close up Giant Walls Made from Thousands of Old Keyboard Keys
wall1 Copy Giant Walls Made from Thousands of Old Keyboard Keys
8 qwerty close up2 Giant Walls Made from Thousands of Old Keyboard Keys
7 built close up Giant Walls Made from Thousands of Old Keyboard Keys
Agar lebih artistik Frost menambahkan tombol keyboard putih dan hitam, mungkin bisa di kreasi lagi ya misalkan membentuk tulisan atau logo atau malah lukisan.
Creative House on Wheel - 7 Pics






Creative Design of these House on Wheel - 7 Pics


Sebuah tempat yang di dunia nyata ada tapi tidak ada di peta manapun kayaknya udah biasa. Film-film jg banyak sekali yg mengangkat hal seperti ini, seperti ketika tokoh utama di dalam film itu masuk ke sebuah tempat yang tidak pernah ada di peta mana pun atau ketika memasuki daerah terlarang yang ternyata oleh pihak tertentu dibuat seakan-akan tidak pernah ada.

Nah kali ini justru sebaliknya. Ada sebuah kota yang muncul di Google Earth tapi sebenarnya tidak pernah eksis.

Nama kota itu adalah Argleton, terletak di wilayah Lancashire, Inggris. Berdasarkan Google Earth, kota Argleton ini terletak dekat jalur cepat M58, sebelah selatan wilayah bernama Ormskirk yang pada kenyataanya hanya sebuah padang rumput saja.

Penggunaan data dari Google oleh servis informasi online mengakibatkan kota ini juga muncul di beberapa daftar nama tempat seperti daftar perumahan, cuaca sebagai kota yang nyata di dalam area kode pos L39. Namun sebenarnya orang-orang dan nama servis yang terdaftar itu memang termasuk di dalam area kode pos yang sama.



Awal bulan November 2009, berita kota yg ga eksis ini jadi perhatian seluruh dunia, (di twitter termasuk banyak diomongin). Wikipedia.com juga kini udah punya entri tentang kota ini. Bahkan sekarang muncul situs web argleton.com yang mengaku-ngaku keberadaan kota tersebut termasuk mereka sbg penghuninya.
Dulu, tim nasional PSSI sering kebanjiran tamu hebat. Mulai dari Dinamo Moskow dengan Vladimir Bubukin-nya, Santos dengan Pele-nya, tim nasional Uruguay, sampai yang pernah saya saksikan langsung, PSV Eindhoven atau Feyenoord. Dua klub Inggris Stoke City dan Queen’s Park Rangers, Brno (Ceko), Kristiansand (Norwegia), Ebsbjerg (Denmark) juga pernah datang.

Saya akhirnya ingat ketika di bulan Juni 1983, Arsenal melawat ke Indonesia. Reputasi klub elite London kala itu belum senyaring sekarang. Di Inggris saat itu adalah eranya Liverpool, Nottingham Forest atau Aston Villa, yang salah satu bintangnya kini menjadi pelatih nasional Indonesia.

Siapa lagi kalau bukan Peter Withe. Saya sendiri masih ingat gol tunggalnya ke gawang Bayern Muenchen mengantarkan klub asal Birmingham meraih trofi Piala Champion 1981/82.

The Gunners, datang dengan diperkuat kiper legendaris Pat Jennings, dua pemain nasional Inggris Kenny Sansom, dan Graham Rix serta si legenda hidup David O’Leary, datang ke negeri khatulistiwa dengan tujuan utama berlibur ke Bali.

Mereka menang 3-0 atas PSMS Plus di Medan, 5-0 atas PSSI Selection di Senayan, namun yang terjadi kemudian, tepatnya pada 17 Juni 1983 saat lawan juara Galatama, Niac Mitra di Surabaya, sungguh membelalakkan mata. Arsenal kalah 0-2! Ini jauh lebih hebat dari Marzuki Nyak Mad cs. saat menahan PSV dengan Eric Gerets dan Ruud Gullit-nya 3-3 di Senayan.

Menurut Kompas waktu itu, banyak yang mencibir kekalahan Arsenal sengaja dibuat. Salah satunya lantaran mainnya jam 2 siang! Atau diusirnya Alan Sunderland oleh wasit Ruslan Hatta. Publik Stadion 10 Nopember menyebut dua pemain Singapura, kiper David Lee dan Fandi Ahmad, sebagai pahlawan kota pahlawan.

Fandi, yang usai membela Niac Mitra ditransfer ke Groningen, membuat gol di menit 37, sebelum ditutup Joko Malis di menit 85. Jangan kan Persija yang kalah dari Persebaya di partai pamungkas Liga Indonesia belum lama ini, Inggris saja selalu menderita di Surabaya. November 1945, komandan perang Brigjen Mallaby tewas terbunuh oleh para pejuang dalam “Battle of Soerabaia”. Lalu Juni 1983 giliran Arsenal yang dibekap Niac Mitra.

Kalau begitu ada baiknya, PSSI menetapkan saja Stadion 10 Nopember sebagai “Wembley-nya” tim nasional untuk partai internasional.

Data dan fakta :
Niac Mitra VS Arsenal (2:0)
tanggal : 16 Juni 1983
Stadion 10 November, Surabaya
pencetak gol: Fandi Ahmad 37, Joko Malis 85

Susunan Pemain:
Niac Mitra : David Lee, Budi Aswin, Wayan Diana, Tommy Latuperissa, Yudi Suryata, Rudy Kelces, Rae Bawa/Yusul Male, Joko Malis, Hamid Asnan/Syamsul Arifin, Fandi Ahmad, Dullah Rahim/Yance Lilipaly

Arsenal : Pat Jennings, Colin Hill/Stewart Robson, David O’Leary, Chris Whyte/Lee Chapman, Kenny Samson, Brian Talbot, Alan Sunderland, Paul Davis, Brian McDermott, Raphael Meade/Terry Lee, Graham Rix

Berikut foto-fotonya






Kerajaan Inggris sekarang bersiap-siap mengadakan acara besar yang akan diadakan tanggal 29 April nanti, yaitu pernikahan Prince William dan Kate Middleton, nah tentu semua sudah dipersiapkan dengan baik, yuk kita lihat persiapannya.

Pasukan Berkuda
Royal Wedding Prep
Stefan Wermuth / Reuters

Sebuah gladi resik dari manuver yang akan digunakan untuk PernikahanKerajaan 29 Aprildilakukan di Hyde Park, 14 April 2011.


Helm Seremoni

Royal Wedding Prep
John Stillwell / AFP / Getty Images

Pelindung kepala ini milik Household Cavalry, yang akan mengawal Prince William dan Kate Middleton melalui London di hari pernikahan. Foto diambil tanggal 15 April 2011

Coat of Arms
Royal Wedding Prep
Suzanne Plunkett / WPA / Getty Images
Sketsa Lambang baru bagi keluarga Catherine Middleton's disusun di College of Arms di Londonpada tanggal 18 April 2011.

Union Jacks
Royal Wedding Prep
Ben Stansall / AFP / Getty Images
Union Jacks atau bendera Inggris mulai dipasang di Regent Street, 20 April 2011.

Paduan Suara


Royal Wedding Prep
Dominic Lipinski / AFP / Getty Images

Organis dan master Choristers James O'Donnell memimpin paduan suara di Westminster Abbey, yang akan dinyanyikan saat pernikahan. Foto diambil 15 April 2011.

Diukur

Royal Wedding Prep
AFP / Getty Images

Master penjahit Lance Sergeant Matthew Else, kiri, mengukur Irish Guardsman Bortnill St'Ange untuk seragam yang dikenakan selama seremoni pernikahan. The Guards sendiri baru pulang dari Afganistan.

Menyikat

Royal Wedding Prep
Leon Neal / AFP / Getty Images

Seorang anggota Scots Guard, F Company, mempersiapkan tunik seremonial di barak Wellington London Tengah, 20 April 2011.

Bersih-bersih

Royal Wedding Prep
John Stillwell / AFP / Getty Images

Sekelompok pasukan Household Cavalry membersihkan kandang di barak Knightsbridge London Tengah, 15 April 2011.

Pelana

Royal Wedding Prep
Peter Macdiarmid / Getty Images

pelana dipersiapkan di barak Hyde Park, 15 April 2011.

Hyde Park di Sore Hari

Royal Wedding Prep
Peter Macdiarmid / Getty Images

Pasukan kavaleri berlatih di Hyde Park tanggal 14 April 2011

Inspeksi

Royal Wedding Prep
Carl De Souza / AFP / Getty Images
The Irish Guards di inspeksi di barak Victoria barracks, 21 April 2011.

Lepas Topi

Royal Wedding Prep
Carl De Souza / AFP / Getty Images

The Irish Guards topi kulit bulu beruang mereka saat inspeksi, 21 April 2011

Nyaris Pingsan

Royal Wedding Prep
Matt Dunham / AP
Master penjahit Lance Sergeant Matthew Else, dalam kemeja,membantu tentara yang nyaris pingsan saat inspeksi, kemungkinan karena udara panas, 21 April 2011.

Anjing Berseragam

Royal Wedding Prep
Seekor Irish Wolfhound ikut mengawasi jalannya inspeksi.
Charlie Chaplin adalah seorang aktor komedi inggris multi-talent yang sangat terkenal dalam sejarah Hollywood di era film hitam putih.

Selain berakting Chaplin juga memiliki kemampuan menyutradara, menulis naskah, sekaligus mengisi ilustrasi musik di film-film produksinya sendiri. Masa kecilnya yang dekat dengan kemiskinan dan kemelaratan tidak lantas menjadikannya patah semangat.







(16 April 1889 – 25 Desember 1977)


Chaplin kecil pernah tinggal di rumah penampungan orang miskin, bekerja untuk imbalan makan dan tempat berteduh di kawasan Lambeth, London. Bersama saudara perempuannya Sydney Chaplin, Chaplin berjuang bahu-membahu agar bisa bertahan hidup.



Di usianya yang sangat dini Chaplin sudah mulai berakting dari panggung ke panggung dalam pertunjukan komedi Music Hall.

Sampai kemudian Chaplin bergabung dengan kelompok komedi slapstik Fun Factory di bawah asuhan Fred Karno, yang membawanya mengenal seorang produser film bernama Mack Sennett yang terkesan dengan akting Chaplin.

Sennett lalu mengontrak Chaplin untuk bermain dalam film-film yang diproduksi studio Keystone Film. Boleh dikatakan inilah awal karir Chaplin di dunia perfilman sekaligus mengenal teknik pembuatan film.


Ringkasan surat wasiat Charlie Chaplin kepada putrinya Geraldine Chaplin
Geraldine putriku, aku jauh darimu, namun sekejap pun wajahmu tidak pernah jauh dari benakku. Tapi kau dimana? Di Paris di atas panggung teater megah... aku tahu ini bahwa dalam keheningan malam, aku mendengar langkahmu. Aku mendengar peranmu di teater itu, kau tampil sebagai putri penguasa yang ditawan oleh bangsa Tartar.

Geraldine, jadilah kau pemeran bintang namun jika kau mendengar pujian para pemirsa dan kau mencium harum memabukkan bunga-bunga yang dikirim untukmu, waspadailah.

Duduklah dan bacalah surat ini... aku adalah Ayahmu. Kini adalah giliranmu untuk tampil dan menggapai puncak kebanggan. Kini adalah giliranmu untuk melayang ke angkasa bersama riuh suara tepuk tangan para pemirsa.

Terbanglah ke angkasa namun sekali-kali pijakkan kakimu di bumi dan saksikanlah kehidupan masyarakat. Kehidupan yang mereka tampilkan dengan perut kosong kelaparan di saat kedua kaki mereka bergemetar karena kemiskinan. Dulu aku juga salah satu dari mereka.

Geraldine putriku, kau tidak mengenalku dengan baik. Pada malam-malam saat jauh darimu aku menceritakan banyak kisah kepadamu namun aku tidak pernah mengungkapkan penderitaan dan kesedihanku.

Ini juga kisah yang menarik. Cerita tentang seorang badut lapar yang menyanyi dan menerima sedekah di tempat terburuk di London.

Ini adalah ceritaku. Aku telah merasakan kelaparan. Aku merasakan pedihnya kemiskinan. Yang lebih parah lagi, aku telah merasakan penderitaan dan kehinaan badut gelandangan itu yang menyimpan gelombang lautan kebanggaan dalam hatinya.

Aku juga merasakan bahwa urang recehan sedekah pejalan kaki itu sama sekali tidak meruntuhkan harga dirinya. Meski demikian aku tetap hidup.

Geraldine putriku, dunia yang kau hidup di dalamnya adalah dunia seni dan musik. Tengah malam saat kau keluar dari gedung teater itu, lupakanlah para pemuja kaya itu.

Tapi kepada sopir taksi yang mengantarmu pulang ke rumah, tanyakanlah keadaan istrinya. Jika dia tidak punya uang untuk membeli pakaian untuk anaknya, sisipkanlah uang di sakunya secara sembunyi-sembunyi.

Geraldine putriku, sesekali naiklah bus dan kereta bawah tanah. Perhatikanlah masyarakat. Kenalilah para janda dan anak-anak yatim dan paling tidak untuk satu hari saja katakan: "Aku juga bagian dari mereka".

Pada hakikatnya kau benar-benar seperti mereka. Seni sebelum memberikan dua sayap kepada manusia untuk bisa terbang, ia akan mematahkan kedua kakinya terlebih dahulu.

Ketika kau merasa sudah berada di atas angin, saat itu juga tinggalkanlah teater dan pergilah ke pinggiran Paris dengan taksimu.

Aku mengenal dengan baik wilayah itu. Di situ kau akan menyaksikan para seniman sepertimu. Mereka berakting lebih indah dan lebih menghayati daripada kamu.

Bedanya di situ tidak akan kau temukan gemerlap lampu seperti di teatermu. Ketahuliah bahwa selalu ada orang yang berakting lebih baik darimu.

Geraldine putriku, aku mengirimkan cek ini untukmu, belanjakanlah sesuka hatimu. Namun ketika kau ingin membelanjakan dua franc, berpikirlah bahwa franc ketiga bukan milikmu.

Itu adalah milik seorang miskin yang memerlukannya. Jika kau menghendakinya, kau dapat menemukan orang miskin itu dengan sangat mudah. Jika aku banyak berbicara kepadamu tentang uang, itu karena aku mengetahui kekuatan ‘anak setan' ini dalam menipu.....

Geraldine putriku, masih ada banyak hal yang akan aku ceritakan kepadamu, namun aku akan menceritakannya di kesempatan lain.

Dan aku akhiri suratku ini dengan,

"Jadilah manusia, suci dan satu hati, karena lapar, menerima sedekah, dan mati dalam kemiskinan, seribu kali lebih mudah dari pada kehinaan dan tidak memiliki perasaan".

Surat wasiat seorang Ayah kepada putrinya ini sungguh berharga, tidak berupa harta benda tetapi sebuah pesan penuh makna yang lebih berharga dari harta manapun di dunia ini.

Sebuah pesan terakhir dari sang Ayah yang mengingatkan putrinya untuk senantiasa berbagi dan rendah hati, karena tidak semua orang memiliki nasib seberuntung anaknya.

Followers

Statistik